Sumsel - Fbinews

Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Ilir Timur (IT) II Palembang terpaksa melumpuhkan pelaku pembacokan terhadap warga dan Kanit Reskrim Polsek IT II, dengan cara menggunakan tindakan tegas terukur, pada Jumat (6/1) sore.


Pelaku yang diketahui bernama Ishak alias Robert (38) ini terpaksa diringkus usai mengamuk dan membacok Arifin (40) hingga mengalami luka bacok di lengan kanan, dada, dan bahu belakang. Tak sampai di situ, pelaku juga membacok Kanit Reskrim Polsek IT II, Ipda Armansa Gusnata SH, dan mengalami luka bacok pada lengan kiri, saat akan melakukan penangkapan terhadap tersangka.


Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK melalui Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi mengatakan, bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/1) di jalan Ali Gatmir, Kecamatan IT II Palembang.


“Pelaku sendiri ditangkap anggota kita karena melakukan penganiayaan, dan proses penangkapannya sendiri berjalan sangat alot karena pelaku masuk ke kolam penampungan air dan masuk ke dalam gorong gorong PUPR,” ujarnya, Sabtu (7/1).


Dikatakannya, peristiwa penganiayaan itu berawal saat pelaku mengamuk sekitar pukul 06.00 WIB, dan melakukan penganiayaan terhadap korban Arifin, yang mengakibatkan luka bacok di lengan kanan, punggung dan perut.


“Mendapatkan informasi mengenai kejadian itu, anggota kita Polsek IT II melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diketahui membawa dua buah senjata tajam (Sajam) jenis parang,” terang dia.


Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB, anggota Polsek IT II mendapat informasi bahwa pelaku ada di bagian bawah rumah salah satu keluarganya. Mendengar itu, Kanit Reskrim Ipda Armansah Gustana bersama anggota polsek, bergerak cepat dan mendatangi pelaku di rumah keluarganya dan terjadilah peristiwa pembacokan terhadap Kanit Reskrim dan mengenai tangan kirinya.


Tak berhenti di situ, pelaku juga memberikan perlawanan dan mengancam jiwa petugas. Sehingga Personel Reskrim, akhirnya terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak dan mengenai badan pelaku.


Namun bukannya menyerah, pelaku masih melakukan perlawanan dan melarikan diri menuju belakang rumah keluarganya. Bahkan pelaku nekat melompati tembok dan masuk ke lokasi kolam penampungan air dan masuk ke dalam gorong gorong PUPR.


“Dari pukul 15.00 hingga 17.30 WIB, anggota kita melakukan evakuasi terhadap pelaku. Dan pelaku dapat dievakuasi dalam keadaan selamat, dengan luka tembak dibeberapa bagian tubuhnya,” terang Supriadi.


Selanjutnya, pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pelabuhan Palembang untuk diberikan tindakan pertama, kemudian perawatan lebih lanjut dengan dirujuk ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.


“Sebelum anggota kita melakukan tindakan tegas terukur, telah terlebih dahulu meminta persetujuan dari pihak keluarga pelaku dan menyetujuinya dengan surat pernyataan apabila melakukan perlawanan keluarga pelaku setuju dilakukan tindakan tegas terukur hingga penembakan,” lanjut Supriadi.


Selain mengamankan pelaku turut juga diamankan dua buah sajam yang digunakan oleh pelaku untuk melakukan penganiayaan. “Pelaku dari informasi yang kita dapatkan mendapatkan luka tembakan di bagian bawah dada kiri, perut bawah Pusat kanan dan bagian pinggang samping kiri,” katanya.


Kemudian pelaku diberikan pengobatan dengan dilakukan operasi. Didapatkan adanya robek usus halus 2×5 cm dan keluarnya isi usus ke dalam rongga perut. Operasi pembersihan kotoran usus dan penyambungan usus itu sendiri memakan waktu kurang lebih empat jam.


“Saat akan dilakukan pencarian proyektil menggunakan alat C-arm, posisi proyektil sulit karena dekat dengan organ vital dan kondisi pasien menurun, karena sudah empat jam dilakukan operasi, sehingga operasi dihentikan dan perut ditutup kembali. Dan akan dilakukan operasi pengangkatan proyektil nanti bilamana kondisi pasien sudah stabil,” ungkap Kabid Humas.

**